Search This Blog

Thursday, April 14, 2011

Sosok sang Ayah dalam keluarga

Biasanya pada jam-jam segini ‘Abi’ begitu panggilan kepada ayah anak2, selalu ramai oleh suara candanya dengan anak2, tapi kok sepertinya sepi yaa…..Ternyata Masya Allah…si abi tertidur pulas sambil memegang buku yang mungkin dia baca sembari menonton TV dengan anak. Entah kemana mereka mungkin bermain dengan teman-temannya. Aku kembali masuk kedalam kamar mengambil selimut dan bantal, lalu menaruh bantal di belakang kepala dan menyelimutinya.

Sejenak kuperhatikan dia, aku tersenyum sendiri. Suamiku….telah 12 tahun kami menikah, abi tetap tidak berubah, ia masih saja sabar dan bertanggung jawab seperti dulu. Mungkin engkau capek dan penat tapi dengan keinginanmu untuk membahagiakan istri dan anak-anak,semua terkalahkan…intinya semua dilakukan dengan penuh ikhlas. Dirimu hanya bilang bahwa kau ingin dihargai jerih payahnya dengan tanpa ada unsur-unsur celaan.

Pada dasarnya engkau telah melakukan segalanya hingga tak pantas rasanya kalau aku selalu menuntut yang diluar kemampuanmu. Berapapun rupiah yang engkau berikan,itulah hasil perasan keringatmu. Tiada harta yang paling berharga bagi seorang istri selain suami yang senantiasa sayang, sabar dan bertanggung jawab kepada keluarga. Untuk itulah aku selalu merasa bersyukur mendapatkanmu dan berusaha menerima apapun kekuranganmu..Ahh abi…tidurlah yang nyenyak yaa……..

2 comments:

  1. Besyukur dengan atas apa yang kita terima dan suami kita peroleh ya Bun...
    Itulah Ayah anak2....meskipun ia lelah tetapi ia akan tetap merasa ia bisa belakukannya untu keluarga tercinta.

    ReplyDelete
  2. bisa aja lo bos tuh pujian apa ngeledek nih hehehehe

    ReplyDelete