Search This Blog

Wednesday, April 13, 2011

Ketika sang kakak mempunyai Adik

Wah gawat dech…anakku yang sulung selalu berusaha untuk menyakiti adiknya lebih tepatnya secara mental. Setiap melihat adiknya selalu saja ada ulah yang membuat adiknya menangis. Mungkin saja dia cemburu secara kejiwaan, maklumlah setelah sekian lama belum mempunyai adik , akhirnya setelah ada dia merasa adiknya merebut perhatian ayah ibunya.

Tapi saya tidak kurang akal..saya berusaha mencari cara agar agar si sulung merubah kelakuannya. Saya coba untuk tetap ada waktu dengan si kakak dengan memberi perhatian sama seperti sebelum adiknya lahir.lalu saya alihkan perhatiannya ke mainan atau hal lain yang disukainya ketika dia mulai meledek adiknya.
Mungkin juga sedikit pujian setiap kali dia berperilaku positif. Misalnya : ketika dia selesai mengerjakan sholat tepat pada waktunya atau ketika saya berhasil menyuruhnya belanja ke warung..dengan menghindari marah yang berlebihan ,karena mungkin akan memperburuk keadaan dan berusaha tetap bicara tenang untuk mengerti perasaannya.

Yang terakhir kuncinya adalah sabar dan tawakal menghadapi tingkah polah sang ‘kakak’. Mungkin juga ini ujian seorang ibu agar bisa tetap menempatkan seorang anak yang baru saja sadar akan posisinya sebagai profil ‘kakak’ yang harus mengayomi dan menyayangi adiknya, mungkin juga ladang amal saya sebagai seorang ibu untuk lebih bisa berbuat bijak.

2 comments:

  1. yang salah ntu si bapak, kenapa doyan banget bikin adik wkwkwkwk

    ReplyDelete