Search This Blog

Thursday, April 28, 2011

Cobaan hidup sang kakak part 2

Kakakku kembali menjalani hari-harinya tanpa bayi mungilnya. Selang beberapa tahun kemudian kakaku mengandung lagi. Dia berharap si buah hati yang dulu pergi kembali lagi ,tak peduli walau diberi anak laki-laki lagi dan lagi. Keponakanku lahir dengan sehat dan lucu berat tubuhnya melonjak terus diusianya menginjak Sembilan bulan bobot tubuhnya mencapai 13 kg. Subhanallah…lagi-lagi Allah mempunyai rahasia dibalik rahasia, tak lama kakakku mengecap kebahagiaan itu akhirnya Allah mengambilnya kembali. Dengan tiba-tiba saja hanya karena demam ringan,lalu nyawanya tidak tertolong lagi.

Ya Allah ada apa ini masih inginkah Kau mengujinya lagi atau apakah Engkau terlalu sayang padanya, kami tidak bisa berbuat banyak semua adalah titipanMu ya Allah. Akhirnya kakakku hanya pasrah saja hanya dipercaya mengasuh titipanMu sementara saja…cobaan demi cobaan kakakku lalui dengan sabar dia tidak pernah mengutuk atau menghujat Yang Kuasa.. Hari demi hari dia lalui sampai suatu ketika suaminya yaitu kakak iparku jatuh sakit,selang beberapa bulan setelah kehilangan buah hati tercintanya.

Iparku akhirnya dirawat disalah satu RS di bekasi. Ternyata kakak iparku menderita penyakit ginjal dan vonis dokter mengatakan kalau beliau harus menjalani Cuci Darah. Setelah dirawat satu minggu belum juga ada perubahan yang berarti. Kakak iparku itu penyakit ginjalnya memang sudah parah, tapi beliau selalu menyembunyikan sakitnya terhadap istri dan orangtuanya. Suatu hari beliau mengatakan tidak mau kalau harus cuci darah….”bawa saja aku pulang mah, rawat dirumah aku gak mau menyusahkan mamah, rawat saja aku baik-baik sampai ajalku menjemput, kayaknya gak lama lagi deh mah”….seketika tangis kakakku pecah, kebetulan aku mendengarnya dan turut larut dalam kesedihan.

Selama dirawat dirumah dengan sabar kakakku mendampingi suaminya yang sesekali merintih menahan sakit tapi tidak pernah mengeluh. Aku teringat terakhir kali menengok beliau, dia berkata kepada kakakku “ mah aku ikhlas jika Allah memanggilku,aku merasa ajalku udah dekat, kamu harus tabah dan ikhlas seperti kamu ikhlas melepas anak-anak kita yang lebih dulu pergi. Tangis kakakku tak terbendung lagi.

Akhirnya sore setelah ia mengucapkan kata-kata terakhirnya, malam sekitar pukul setengah 2 dinihari, kakak iparku menghembuskan nafas terakhirnya… kami semua larut dalam kesedihan, mau dikata apa Allah berkehendak lain….Ahhh kakakku tercinta betapa berat cobaan bertubi-tubi menghantam dirimu. Aku salut sampai saat ini kau tetap tabah menjalani hari-harimu. Percayalah kakakku mungkin Allah mempunyai rencana lain untuk hidupmu, kepergian anak-anakmu yang mungil akan menjadi tabungan untukmu di akherat kelak……AMIN Ya ROBBAL ALAMIN….

4 comments:

  1. salam sahabat
    dari sini kita diharapkan mampu menyikapi segala keadaan mas terima kasih ya

    ReplyDelete
  2. mampir mas
    setelah kita tahu peristiwa yang terjadi dan dialami cobaan hidup akan dapat diambil hikmahnya mas

    ReplyDelete
  3. Allah menyayangi orang yang sabar dan selalu berbaik sangka kepada Nya semoga sekarang dia berada di tempat yang Mulia

    ReplyDelete
  4. asswrwb... turut berduka mas, semoga kakaknya diberi kekuatan utk menjalani hari2nya.. bersama 2 putranya.., semoga diberi kemudahan dalam segala urusannya.., dan almarhumah diberi ampunan dan tempat yg terbaik di alamnya..Amin.

    ReplyDelete