Search This Blog

Monday, April 25, 2011

Namanya juga anak anak

Anak saya 4 th, suka marah kalau mainannya direbut anak tetangga sebelah, berani melawan dan merebut kembali disertai teriakan “kembalikan”!!!! kamu nakal….Saya memandangnya sebagai hal yang wajar, namanya juga anak-anak. Itulah sifat yang umum dipunyai anak-anak, mati-matian mempertahankan miliknya, padahal saya tidak mengajarinya. Seandainya anak saya dipukulpun, tidak saya ajari untuk membalas dengan pukulan, karena secara kejiwaan anak cenderung ingin memukul balik. Biasanya anak yang memukul saya suruh minta maaf, sementara anak saya, aku suruh memaafkan.

Kalau sudah begitu permasalahan selesai. Anak tidak larut dan terbiasa dalam perilaku balas dendam, sayapun tidak mau untuk terjebak dalam sikap kekanak-kanakan.. Tapi sayang seringkali saya temui orang tua sering ikut ramai ketika anak-anaknya berkelahi,saat anak-anaknya sudah bermain kembali, orangtuanya belum berdamai. Duh repotnya kalau begini, ada saja orang tua yang saya temui seperti itu mereka egois merasa anak mereka paling benar dan paling baik, padahal kenyataanya tidak semua anak selalu bersikap demikian..

Ternyata memang tidak mudah ya menjadi orangtua, kita dituntut harus bisa bersikap dewasa dan bijak. Bagaimana yaa jadinya anak-anak nanti kalau orangtuanya masih bertingkah laku kekanak-kanakan. Memang kadang saya juga merasakan sikap emosional kita dalam kreatifitas anak, tapi saya berusaha menyingkirkan ego itu..betapa orangtua sering tidak berdaya menjalankan teori pendidikan pada anak. Untuk itu diperlukan mental baja untuk menghadapi tingkah polah anak-kita. Alhamdulillah sampai sekarang setiap permasalahan soal anak dengan tetangga selalu berakhir baik-baik saja……Amin

1 comment:

  1. bener banget tuh bang, namanya juga anak2 ngapain lagi ortunya jadi ikut2an bersikap kayak anak2 juga, suka sebel liat ortu kayak gini*mudah2an saya nggak..hehhehe

    ReplyDelete